<Iklan 160x600

Majelisan AMM Gunungpring Bahas Strategi Menjadikan Masjid Ruang Gerakan Pemuda

GUNUNGPRING — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gunungpring menggelar kegiatan Majelisan pada Jumat (14/8/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di Angkringan Ganesa Mas Aslam tersebut diikuti sekitar

GUNUNGPRING — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gunungpring menggelar kegiatan Majelisan pada Jumat (14/8/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di Angkringan Ganesa Mas Aslam tersebut diikuti sekitar 70 peserta dan berlangsung pukul 20.00–22.00 WIB.

Majelisan kali ini menghadirkan Tama, pengurus LPCRPM PWM Jawa Tengah sekaligus pengurus Masjid Al Falah Sragen, sebagai pemateri. Diskusi dipandu oleh M. Azka Nazimuddin, Sekretaris PRPM Gunungpring. Tema yang diangkat adalah “Menjadi Masjid yang Hangat bagi Pemuda, Masjid Menjadi Gerakan Pemuda.”

Dalam pembahasannya, Tama mengajak peserta melihat kembali posisi masjid dalam kehidupan generasi muda. Menurutnya, masjid tidak cukup hanya menjadi tempat ibadah, tetapi perlu menjadi ruang yang terbuka, nyaman, dan mampu menjawab kebutuhan pemuda.

Masjid yang dekat dengan pemuda, lanjutnya, perlu memiliki suasana yang hangat dan tidak berjarak. Pemuda perlu merasa bahwa masjid adalah ruang bersama untuk belajar, berdiskusi, berkegiatan, sekaligus mengembangkan potensi diri.

Pembahasan juga diarahkan pada bagaimana masjid dapat menjadi basis gerakan pemuda. Berbagai kegiatan kepemudaan dapat dikembangkan dari masjid, mulai dari kajian, diskusi, kegiatan sosial, olahraga, hingga aktivitas kreatif yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

Kegiatan Majelisan menjadi ruang bagi AMM Gunungpring untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan gerakan kepemudaan Muhammadiyah. Kehadiran peserta yang mencapai sekitar 70 orang menunjukkan adanya minat yang cukup besar terhadap pembahasan mengenai masa depan masjid dan peran pemuda di dalamnya.

Melalui kegiatan tersebut, AMM Gunungpring mendorong agar masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat yang didatangi ketika waktu salat tiba, tetapi juga sebagai ruang yang hidup bersama masyarakat dan generasi muda. Masjid yang hangat bagi pemuda diharapkan dapat menjadi titik tumbuh berbagai aktivitas positif sekaligus menjadi basis gerakan pemuda Muhammadiyah di tingkat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

<Iklan 160x600