<Iklan 160x600

Perkuat Karakter Qurani, SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring Buka Program Tahfidz Perdana

GUNUNGPRING – SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring terus memperkuat pendidikan karakter melalui pengembangan Program Tahfidz Al-Qur’an. Program baru tersebut resmi diperkenalkan kepada peserta didik dan wali

GUNUNGPRING – SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring terus memperkuat pendidikan karakter melalui pengembangan Program Tahfidz Al-Qur’an. Program baru tersebut resmi diperkenalkan kepada peserta didik dan wali murid sebagai bagian dari upaya sekolah memadukan pendidikan ketarunaan dengan pembinaan keislaman.

Peluncuran sekaligus sosialisasi teknis Program Tahfidz digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini diikuti Penasehat Ketarunaan SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Agus Winarna, S.I.P., M.Si., M.Tr., M.H., Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring Ust. Dwi Ehwanto, S.Pd., M.Pd., tim keagamaan dan kesamaptaan, serta wali murid peserta program.

Pada angkatan perdana, Program Tahfidz diikuti 18 taruna dan taruni. Mereka terdiri dari 13 siswa kelas X dan lima siswa kelas XI. Para peserta dipilih dari siswa yang sebelumnya telah mempunyai hafalan Al-Qur’an dan memiliki kemauan untuk mempertahankan sekaligus menambah hafalannya selama mengikuti pendidikan di sekolah.

Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring Ust. Dwi Ehwanto mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan ruang pembinaan bagi siswa yang memiliki latar belakang hafalan Al-Qur’an.

Ia menjelaskan, SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring berdiri sejak 2018 atas inisiasi almarhum Ustaz Hima. Sekolah ini mengembangkan konsep pendidikan ketarunaan dengan sistem boarding school dan bukan merupakan sekolah berbasis pondok pesantren.

Meski demikian, penguatan nilai-nilai Islam tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Kehadiran Program Tahfidz menjadi salah satu bentuk pengembangan pembinaan tersebut, terutama untuk menjawab kebutuhan siswa dan harapan orang tua.

“Program ini menjadi ikhtiar sekolah agar hafalan yang sudah dimiliki siswa tidak berhenti, tetapi terus dijaga, diperbaiki, dan dikembangkan. Kami berharap Al-Qur’an tidak sekadar menjadi hafalan, tetapi juga menjadi pedoman dalam membentuk karakter calon pemimpin bangsa,” ungkap Dwi Ehwanto.

Menurutnya, kemampuan menghafal Al-Qur’an juga dapat menjadi modal positif bagi peserta didik dalam melanjutkan pendidikan. Sejumlah perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan diketahui memberikan perhatian dan apresiasi terhadap calon peserta didik yang mempunyai kemampuan hafalan Al-Qur’an.

Sejalan dengan Pendidikan Ketarunaan

Penasehat Ketarunaan SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Agus Winarna memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pendidikan masa kini tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik.

Peserta didik juga perlu dibekali kemandirian, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, karakter yang kuat, serta nilai-nilai spiritual. Dalam konteks tersebut, Program Tahfidz dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat karakter peserta didik.

Namun, Agus mengingatkan agar pembinaan tahfidz tetap dilaksanakan secara seimbang dengan kegiatan akademik dan ketarunaan.

SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring sendiri menerapkan Tri Pola Dasar pendidikan yang meliputi pengajaran akademik, pelatihan ketarunaan dan kesamaptaan, serta pengasuhan yang mencakup pembentukan karakter dan spiritual peserta didik.

“Kualitas pembinaan harus menjadi prioritas. Kemampuan setiap peserta tentu berbeda sehingga pendampingannya juga perlu disesuaikan. Idealnya, satu ustaz membimbing maksimal sepuluh siswa agar bacaan dan perkembangan hafalan dapat dipantau dengan baik,” pesannya.

Jadwal Disesuaikan dengan Aktivitas Taruna

Koordinator Program Tahfidz Ust. Muhammad Saifudin Zuhri menjelaskan, program telah dirancang agar dapat berjalan beriringan dengan rutinitas pendidikan di sekolah dan asrama.

Pembinaan utama dijadwalkan pada Senin, Kamis, dan Sabtu, baik sebelum maupun setelah salat Subuh. Sementara pada Selasa, Rabu, dan Jumat, pelaksanaan diselaraskan dengan kegiatan olahraga serta kesamaptaan.

Untuk hari Ahad, kegiatan tahfidz dilakukan pada pagi hari bagi peserta yang tidak mengikuti pesiar. Pembinaan juga dilanjutkan pada malam hari setelah salat Isya dengan tetap menyesuaikan agenda kegiatan di asrama.

Pada fase awal, peserta tidak langsung diarahkan mengejar tambahan hafalan. Fokus pembinaan terlebih dahulu diarahkan pada murojaah, yakni mengulang dan memperkuat hafalan yang sudah dimiliki.

Setelah hafalan dinilai lancar dan kuat, peserta baru diarahkan menambah hafalan baru secara bertahap berdasarkan target masing-masing.

Sekolah juga menyiapkan sistem evaluasi berkala. Salah satunya melalui ujian tasmi’ yang direncanakan berlangsung pada setiap akhir semester. Dalam evaluasi tersebut, sekolah akan menghadirkan penguji dari Kementerian Agama.

Peserta yang berhasil memenuhi standar hafalan akan mendapatkan sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas capaian yang telah diraih.

Selain evaluasi hafalan, sekolah juga akan melakukan pencatatan terhadap perkembangan dan kehadiran peserta. Hasil pemantauan tersebut nantinya disampaikan kepada wali murid secara berkala melalui grup komunikasi sehingga orang tua dapat mengetahui perkembangan putra-putrinya.

Diperkuat Pakta Integritas

Keseriusan mengikuti program juga ditunjukkan melalui penandatanganan pakta integritas oleh seluruh peserta. Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen siswa untuk mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.

Program Tahfidz angkatan pertama ini diharapkan menjadi awal dari penguatan pendidikan Qurani di lingkungan SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring.

Melalui perpaduan pendidikan akademik, ketarunaan, kesamaptaan, serta pembinaan spiritual, sekolah berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya disiplin dan tangguh, tetapi juga memiliki kedalaman karakter dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam kehidupan.

Dengan demikian, lulusan SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring diharapkan mampu tampil sebagai generasi berintegritas, berwawasan global, memiliki daya saing, serta siap memberikan kontribusi positif bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

<Iklan 160x600