
MAGELANG — Semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan ibadah kurban di Masjid Nurussalam, Dusun Sabrang, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Rabu (27/5/2026). Sebanyak 10 hewan kurban disembelih dan diproses oleh panitia bersama jamaah setempat.
Hewan kurban tersebut terdiri atas empat ekor sapi dan enam ekor kambing. Menariknya, seluruh proses penyembelihan tidak melibatkan jagal dari luar. Jamaah Masjid Nurussalam memilih mengoptimalkan kemampuan anggota sendiri melalui tim Jagal Profesional Muhammadiyah (JagalMu).
Sejak pagi selepas pelaksanaan Salat Idul Adha, aktivitas warga mulai terlihat di lokasi yang berada di halaman rumah salah seorang warga. Tempat tersebut dipilih karena memiliki area yang cukup luas untuk mendukung berbagai tahapan pengelolaan hewan kurban.
Para jamaah berbagi tugas. Ada yang bertanggung jawab dalam proses penyembelihan, pemotongan dan penimbangan daging, pengolahan jeroan, hingga pengemasan paket sebelum didistribusikan kepada penerima.
Ketua Panitia Kurban Masjid Nurussalam, Rahmad Abdul Gani, mengatakan pola pelaksanaan secara mandiri tersebut tidak sekadar untuk menyelesaikan proses penyembelihan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas jamaah.
Menurut Rahmad, keterlibatan langsung warga memberikan pengalaman sekaligus membangun rasa tanggung jawab bersama dalam menjalankan ibadah kurban.
“Jamaah tidak hanya berkurban, tetapi juga ikut belajar mengelola penyembelihan secara profesional dan sesuai syariat. Ini menjadi bentuk pemberdayaan sekaligus mempererat ukhuwah antarwarga,” ujarnya.
Tim JagalMu yang terlibat dalam kegiatan tersebut telah mendapatkan pembekalan mengenai teknik penyembelihan sesuai ketentuan halal. Pelatihan juga mencakup aspek kebersihan dan penanganan daging serta tata cara distribusi agar hasil kurban dapat diterima masyarakat dengan baik.
Jeroan Diolah Lebih Dulu
Salah satu hal yang menjadi perhatian panitia adalah penanganan bagian jeroan. Untuk meningkatkan kebersihan dan kemudahan bagi penerima, usus dan babat terlebih dahulu direbus hingga setengah matang sebelum dikemas dan dibagikan.
Cara tersebut mendapat tanggapan baik dari masyarakat. Jeroan yang telah melalui proses awal dinilai lebih praktis untuk diolah kembali oleh warga di rumah masing-masing.
Selain memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai ketentuan, panitia juga berupaya menjaga kebersihan selama pengolahan dan pengemasan. Semangat kebersamaan terlihat dari keterlibatan puluhan warga yang bekerja sesuai tugas masing-masing.
Daging Kurban Dibagikan kepada 500 Kepala Keluarga
Dari seluruh hewan yang disembelih, panitia menyalurkan paket daging kurban kepada sekitar 500 kepala keluarga.
Penerima manfaat tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar Masjid Nurussalam. Distribusi juga menjangkau warga dari dusun tetangga serta sejumlah masyarakat dari luar daerah yang sebelumnya telah mengajukan permohonan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengelolaan kurban dapat menjadi ruang pemberdayaan masyarakat. Jamaah bukan hanya menjadi pihak yang menunaikan ibadah kurban, tetapi juga terlibat langsung dalam proses dari penyembelihan hingga daging sampai kepada penerima.
Bagi Masjid Nurussalam Sabrang, pelaksanaan kurban secara mandiri menjadi pengalaman yang terus dikembangkan. Selain memperkuat semangat gotong royong, kegiatan tersebut mendorong tumbuhnya kemandirian jamaah sekaligus memperluas manfaat ibadah kurban bagi masyarakat.
Nurul Abadi










