
MAGELANG — SD Muhammadiyah Gunungpring melaksanakan Shalat Istisqa pada Sabtu, 26 September 2026, sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Kegiatan yang berlangsung di lapangan SD Muhammadiyah Gunungpring tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan karyawan dengan penuh khidmat.
Shalat Istisqa dilaksanakan di tengah kondisi kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di wilayah Gunungpring dan sekitarnya. Dalam beberapa waktu terakhir, hujan sudah cukup lama tidak turun sehingga sejumlah sumber air, seperti sumur dan sungai, mulai mengalami penurunan debit.
Kegiatan Shalat Istisqa dimulai pada pukul 07.00 WIB. Ustadz Syahrurodhi bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Seluruh warga sekolah mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh kesungguhan.
Pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi momentum bagi keluarga besar SD Muhammadiyah Gunungpring untuk bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT. Selain melaksanakan ibadah, para siswa juga mendapatkan pembelajaran secara langsung mengenai bagaimana seorang muslim menyikapi kondisi alam dengan ikhtiar, doa, introspeksi, dan memperbanyak istighfar.
Dalam khotbahnya, Ustadz Syahrurodhi mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Istighfar menjadi bagian dari introspeksi diri sekaligus ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon rahmat serta pertolongan-Nya.
Beliau juga mengingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT. Kondisi kekeringan menjadi pengingat agar manusia tidak hanya berusaha secara lahiriah, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah melalui doa dan ibadah.
“Perbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah, dan terus berdoa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa manfaat,” pesan Ustadz Syahrurodhi dalam khotbahnya.
Selain menyampaikan pesan tentang istighfar dan memohon ampunan, Ustadz Syahrurodhi juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus belajar dan menjaga akhlak. Para siswa diingatkan untuk mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang memiliki karakter baik serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Beliau berharap siswa-siswi SD Muhammadiyah Gunungpring kelak dapat tumbuh menjadi pemimpin yang amanah, bertanggung jawab, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.
Bagi para siswa, pelaksanaan Shalat Istisqa tidak hanya menjadi pengalaman keagamaan, tetapi juga pembelajaran tentang kepedulian terhadap lingkungan. Air merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan sehingga keberadaannya perlu dijaga dan disyukuri.
Kepala sekolah, guru, dan seluruh warga SD Muhammadiyah Gunungpring turut mengajak siswa untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan air secara bijak. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Shalat Istisqa di SD Muhammadiyah Gunungpring menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran spiritual seluruh warga sekolah. Di tengah kondisi alam yang membutuhkan air, seluruh jamaah bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan.
Semoga Allah SWT mengabulkan doa seluruh jamaah, menurunkan hujan yang bermanfaat, serta memberikan keberkahan bagi masyarakat, lingkungan, dan seluruh makhluk hidup.










