
Pusat Pendidikan dan Latihan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Public Training High Impact Leader & Manager dengan tema “Memimpin Tim, Menggerakkan Kinerja dan Memberi Dampak Nyata”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 3–4 September 2026, bertempat di Grand Rohan Hotel Yogyakarta.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan manajerial dalam menghadapi tantangan organisasi yang semakin kompleks. Peserta tidak hanya mendapatkan penguatan konsep kepemimpinan, tetapi juga diajak mengalami proses pembelajaran melalui simulasi, studi kasus, refleksi, coaching, hingga penyusunan individual action plan.
Kegiatan menghadirkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., dan Dr. Dra. Sarjilah, M.Pd., Direktur PusdiklatMu, sebagai pembicara tamu. Sementara itu, proses pelatihan difasilitasi oleh Ir. Mohamad Kurniawan sebagai Lead Facilitator, Dr. Ir. Novi Caroko, S.T., M.Eng., dan Ridwan, S.Ag., M.Si., CM.
SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring yang mengikuti kegiatan ini yaitu Dwi Ehwanto, S.Pd., M.Pd., Gr. selaku kepala sekolah, Rifki Hanif Ghifari, A.Md., A.Pkt. kepala tata usaha dan Muhammad Syaifudin Zuhri, S.Pd. musrif yang juga koordinator kelas tahfidz Al Quran.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya high impact leader dan manajer, perbedaan peran leader dan manager, pembangunan high performance team, serta situational leadership dan coaching skills. Pembelajaran juga diperkuat melalui LEGO Leadership Simulation yang melatih peserta dalam merencanakan, berkomunikasi, membagi peran, mengelola sumber daya, mengambil keputusan, dan membangun kerja sama tim.
Hari kedua mengangkat tema “Driving Performance & Organizational Impact”. Materi meliputi leading change and transformation, decision making and problem solving, driving execution and accountability, hingga penyusunan personal leadership blueprint dan individual action plan.
Dalam penyampaiannya pada hari kedua, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. menekankan bahwa menjadi seorang pemimpin merupakan amanah. Amanah merupakan sesuatu yang abstrak, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, karakter, tanggung jawab, dan tindakan nyata.
Menurut beliau, seorang pimpinan harus mampu menjadi manajer yang baik. Seorang leader harus memiliki karakter yang kuat dan spiritual authority, sedangkan manager memiliki instrumental authority untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen secara operasional. Leader harus memiliki kemampuan memengaruhi, karena ketika seorang pemimpin tidak mampu memberikan pengaruh, organisasi akan mengalami kemacetan dalam bergerak.
Lebih lanjut, Prof. Haedar menyampaikan bahwa visi dan misi harus dibangun berdasarkan value atau nilai, serta memiliki dimensi yang sakral. Visi dan misi tidak cukup hanya dirumuskan, tetapi harus diwujudkan melalui strategi perubahan yang jelas dan terarah.
Dalam menggerakkan perubahan, setidaknya terdapat kemampuan penting yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin dan manajer. Pertama, revitalisasi, yaitu kemampuan untuk mengenali persoalan dan menentukan bagian mana yang harus segera diperbaiki atau dihidupkan kembali. Kedua, kemampuan mengagendakan perubahan, sehingga perubahan tidak berjalan secara spontan, tetapi direncanakan, diarahkan, dan dikawal hingga menghasilkan dampak nyata.

Pelatihan ditutup dengan presentasi action plan peserta, evaluasi, dan foto bersama. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi mampu membawa pulang komitmen perubahan dan langkah nyata untuk meningkatkan kinerja individu, menggerakkan tim, serta memberikan dampak positif bagi organisasi.










