
Gunungpring — Belajar tidak selalu berlangsung di dalam kelas. Bagi siswa kelas VI SD Muhammadiyah Gunungpring, tiga hari pada 26–28 Agustus 2026 menjadi pengalaman belajar yang berbeda melalui Supercamp/Kemah Besar Kelas VI Tahun Pelajaran 2026/2027 di Bumi Perkemahan Merapi Turi.
Di tengah suasana perkemahan, siswa tidak hanya menikmati kebersamaan bersama teman-teman. Mereka juga ditantang untuk lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai aktivitas selama kegiatan berlangsung.
Dari Mendirikan Tenda hingga Memasak Bersama
Rabu, 26 Agustus 2026 menjadi awal petualangan. Setelah persiapan dan upacara pemberangkatan, siswa menuju lokasi perkemahan untuk mengikuti upacara pembukaan. Kegiatan kemudian berlanjut dengan mendirikan tenda dan mempersiapkan kebutuhan memasak.
Aktivitas sederhana seperti mendirikan tenda dan menyiapkan makanan menjadi pengalaman penting bagi siswa. Mereka belajar berbagi tugas, mengatur perlengkapan, dan menyelesaikan pekerjaan bersama.
Setelah makan dan salat berjamaah, siswa mengikuti Peraturan Baris-Berbaris (PBB) hingga sore hari. Malam harinya, suasana perkemahan semakin semarak dengan salat berjamaah, kultum, persiapan api unggun, dan pentas seni.
Menyusuri Alam dalam Kegiatan Hiking
Hari kedua dimulai lebih awal. Pada Kamis, 27 Agustus, siswa mengikuti tahajud dan salat Subuh sebelum melanjutkan aktivitas pagi dengan senam. Setelah memasak, makan, dan bersiap, mereka menghadapi tantangan berikutnya: hiking.
Hiking menjadi salah satu kegiatan yang memberikan pengalaman belajar di luar ruang. Setelah itu, siswa kembali menjalani rangkaian aktivitas memasak, makan, salat, PBB, hingga kegiatan malam. Jadwal yang padat menuntut siswa untuk mampu mengatur waktu dan menjaga tanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
Belajar Mandiri hingga Hari Terakhir
Semangat belajar dan kebersamaan berlanjut hingga Jumat, 28 Agustus 2026. Hari terakhir kembali diawali dengan tahajud dan salat Subuh, dilanjutkan senam atau jalan-jalan. Setelah sarapan, siswa bersama-sama membongkar tenda dan mengemas perlengkapan sebelum mengikuti upacara penutupan.
Salah satu pengalaman yang turut mewarnai Supercamp adalah kegiatan memasak. Selama berada di perkemahan, siswa terlibat dalam penyiapan makanan bersama kelompok. Menu yang disiapkan cukup beragam, mulai dari sop, telur, tempe, lalapan, ayam katsu, nasi goreng, hingga ayam goreng.
Bukan Sekadar Kemah
Supercamp Kelas VI SD Muhammadiyah Gunungpring menjadi ruang belajar yang menghadirkan pengalaman langsung. Di sini, siswa belajar bahwa kemandirian bukan sekadar memahami konsep, tetapi berani mengambil tanggung jawab dan menyelesaikan tugas bersama.
Mendirikan tenda mengajarkan kerja sama. Memasak melatih kemandirian dan tanggung jawab. PBB membangun kedisiplinan. Hiking memberikan pengalaman menghadapi tantangan. Sementara salat berjamaah dan kultum menjaga agar aktivitas perkemahan tetap berjalan seiring dengan pembiasaan nilai-nilai keislaman.
Tiga hari di Bumi Perkemahan Merapi Turi pun menjadi lebih dari sekadar agenda perkemahan. Supercamp menjadi bagian dari perjalanan siswa kelas VI untuk belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu tumbuh bersama.










