<Iklan 160x600

Kajian Rutin Selapanan PRM Gunungpring Menguatkan Gagasan Pemberdayaan Ekonomi Jamaah Berbasis Masjid

GUNUNGPRING — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gunungpring menyelenggarakan Kajian Rutin Selapanan pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Masjid Nurussalam, Sabrang. Kegiatan ini menjadi salah

GUNUNGPRING — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gunungpring menyelenggarakan Kajian Rutin Selapanan pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Masjid Nurussalam, Sabrang. Kegiatan ini menjadi salah satu forum pembinaan jamaah sekaligus ruang untuk memperluas wawasan mengenai pemberdayaan ekonomi umat.

Kajian menghadirkan Ustadz Ahmad Khairudin, S.S., penggerak TernakMu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi. Materi yang disampaikan berfokus pada konsep Ternak Jamaah, khususnya pengembangan budidaya Ayam Elba dan Kuntara 4 sebagai salah satu alternatif kegiatan ekonomi produktif yang dapat dikembangkan secara kolektif di lingkungan jamaah.

Dalam pemaparannya, konsep Ternak Jamaah ditempatkan tidak semata-mata sebagai kegiatan budidaya ternak, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi melalui pengelolaan potensi yang dimiliki masyarakat. Pendekatan berbasis jamaah memungkinkan kegiatan ekonomi dikembangkan dengan prinsip kebersamaan, partisipasi, dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan setempat.

Budidaya Ayam Elba dan Kuntara 4 menjadi salah satu contoh konkret yang diperkenalkan kepada jamaah. Melalui kegiatan tersebut, jamaah memperoleh gambaran mengenai peluang pengembangan usaha peternakan sekaligus pentingnya pengelolaan usaha secara terencana dan berkelanjutan.

Bagi PRM Gunungpring, pembahasan mengenai pemberdayaan ekonomi memiliki relevansi dengan peran masjid sebagai pusat pembinaan masyarakat. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya berbagai aktivitas sosial, pendidikan, dan pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung bagi jamaah.

Kajian Rutin Selapanan ini sekaligus menunjukkan upaya PRM Gunungpring dalam menghadirkan materi kajian yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dan persoalan kehidupan masyarakat. Penguatan pemahaman keagamaan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kepedulian sosial dan kemampuan jamaah dalam mengembangkan potensi ekonomi.

Melalui kegiatan tersebut, PRM Gunungpring berharap wawasan mengenai Ternak Jamaah dapat menjadi pengetahuan awal bagi jamaah yang memiliki ketertarikan untuk mengembangkan usaha peternakan secara produktif. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai bentuk inisiatif pemberdayaan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di lingkungan Gunungpring.

Kajian rutin selapanan menjadi bagian dari ikhtiar PRM Gunungpring untuk membangun kehidupan jamaah yang tidak hanya kuat dalam aspek keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kemampuan untuk mengembangkan kemandirian ekonomi secara bersama-sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

<Iklan 160x600